Jenis-jenis Filter untuk Aquascape

5 Comments
Apa sih filter itu? Apa keguanaan filter untuk aquascape? Sebelum masuk ke pembahasan inti alangkah baiknya kita ketahui dulu apa itu filter dalam aquascaping.

Jenis-jenis filter untuk aquascape
Filter Aquascape
Filter merupakan alat yang digunakan untuk menyaring air di dalam tanki aquascape kita. Selain untuk menyaring air, filter juga berguna sebagai sirkulasi air. Mengapa kita harus menggunakan filter dalam aquascape? Yang pastu agar airnya jernih. Tetapi di dalam dunia aquascaping, fungsi utama filter juga untuk sirkulasi.

Seperti yang kita ketahui bahwa aquascape adalah tiruan dari alam sungguhan sehingga kita harus membuat ekosistemnya semirip mungkin dengan kondisi alam. Salah satu hal yang penting yaitu sirkulasi. Sirkulasi dalam aquascaping  berfungsi agar nutrisi tersebar merata dan ikan dalam aquascape selalu sehat.

Media filtrasi yang biasa digunakan dalam aquascape yaitu biobal, ceramic ring, kapas, japmat, dan lain sebagainya.
Setelah kita tahu apa itu filter serta fungsinya, selanjutnya kita akan masuk ke pembahasan inti yaitu macam-macam filter untuk aquascape, langsung saja simak di bawah ini :

Jenis-jenis Filter untuk Aquascape

  • Hang on Back (HOB)

    Hang on back filter
    Hang on Back
              Yang pertama ada hang on back filter. Filter jenis ini merupakan filter yang lazim digunakan dalam dunia aquascaping. Filter jenis ini biasanya digunakan dalam aquascape nano atau aquascape ukuran kecil. Kenapa si aquascape nano sering menggunakan filter jenis ini? Karena kelebihan dari filter ini yaitu ukurannya kecil dan kapasitasnya filtrasinya biasanya kecil sehingga tidak makan tempat dan arusnya tidak berlebihan dalam aquascape nano.

    Kelebihan Hang on Back Filter(HOB)


    • Tidak memerlukan banyak ruang untuk meletakan filter.
    • Arusnya biasanya kecil, cocok untuk nano aquascape.

    Kelemahan Hang on Back Filter(HOB)

    • Tempat media filtrasinya kecil. Oleh karena itu biasanya hang on back filter hanya menggunakan media filter bawaan pabrik atau kalaupun menambah media filter lain hanya bisa menambahkan sedikit saja.
    Cara pemasangan hang on back cukup mudah, yaitu cukup gantungkan pada kaca aquascape.

    • Undergravel

      Filter Undergravel
      Filter Undergravel
      Yang kedua ada undergravel filter (UGF). Filter ini berbentuk lempeng dengan lubang-lubang kecil dan diletakan dibagian paling dasar aquascape atau di bawah substrat.

      Kelebihan Filter Undergravel


      • Harganya cukup terjangkau dibandingkan jenis filter lainnya.
      • Peletakannya tersembunyi di balik substrat sehingga tidak menggangu pemandangan serta pipa outputnya atau pengeluaran biasanya transparan sehingga mudah di samarkan atau ditutupi tanaman/hardscape.
      • Kelebihan lainnya yaitu fungsi filter biologisnya yang cukup baik.

      Kelemahan Filter Undergravel

      Selain kelebihan, filter undergravel tentunya memiliki kekurangan yaitu

      • Dapat tersumbat jika ada substrat yang ukurannya lebih kecil dari lubang filter.
      • Daya serap berkurang jika ada obyek besar di atas substrat seperti batu, kayu.
      • Sulit dibersihkan karena letaknya di dasar aquascape sehingga kotoran terus mengendap di dasar aquascape.

      • Filter Samping

      Filter samping
      Gambar dari forum o-fish
      Selanjutnya ada filter samping. Filter samping merupakan filter yang sudah terpasang permanen saat pembuatan aquarium(sesuai namanya biasanya letaknya di samping). Filter ini terbuat dari kaca dan menyatu dengan aquarium. Filter ini biasanya memang sudah di buat dari penjualnya.

      Kelebihan filter samping


      • Kelebihannya yaitu gratis(karena termasuk paket aquarium). Selain itu juga ruang untuk media filternya bisa custom sendiri saat pembuatan sehingga kita dapat lebih banyak menaruh media filter termasuk media filter biologis.

      Kelemahan Filter Samping

      Setiap hal yang memiliki kelebihan pasti memiliki kekurangan.

      • Kelemahan filter samping yaitu mengurangi keindahan aquascape serta perawatan filter sulit.

      • Canister filter



      Filter canister
      Filtet Canister
      Yang terakhir yaitu canister filter. Filter ini merupakan filter yang paling di recomended untuk aquascape, mengapa? Karena filter ini merupakan external filter yang portable. Kamu bisa meletakan di mana saja asalkan tempatnya lebih rendah dari permukaan air aquascape kita.

      Prinsip filter ini memanfaatkan hukum fisika yaitu air mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Kamu hanya perlu memasang selang input dan output canister lalu menghubungkannya dengan aquascape, sehingga di dalam aquascape hanya terpasang dua pipa yang ditempel di kaca(biasa di sebut lilypipe). Pipa itu(lilypipe) dihubungkan dengan selang in dan out.

      Kelebihan Filter Canister

      kelebihan filter canister yaitu :

      • Tidak makan tempat dan merusak pemandangan.
      • Fungsi filter biologis dan mekanis baik.
      • Mudah dalam perawatan.

      Itulah mengapa filter canister recomended untuk aquascape.

      Kelemahan Filter Canister


      • Kekurangan filter canister adalah harganya cukup mahal. Akan tetapi sekarang sudah banyak aquascaper kreatif yang membuat filter canister sendiri atau Do it Yourself (DIY) termasuk saya sendiri sehingga budget yang di keluarkan untuk memiliki filter canister pun jauh lebih terjangkau.
      Di atas sudah saya ulas beberapa jenis filter yang biasa digunakan dalam aquascaping. Lalu filter jenis apa yang tidak recomended? Jawabannya adalah jenis filter atas.
      Filter atas
      Filter Atas
      Mengapa filter atas tidak recomended? Karena outputnya yang apa ya dalam bahasa sehari-harinya "mengucur" sehingga kadar CO2 di air cepat terbuang(tergantikan oleh O2). Dalam aquascape sendiri CO2 memiliki peran penting yaitu untuk fotosintesis tanaman.

      Cukup sekian tulisan kali ini. Jika ada kekeliruan, kritik, saran, atau pertanyaan silakan sampaikan melalui kolom komentar di bawah, terima kasih.

      Jenis-jenis Substrat untuk Aquascape

      5 Comments
      Apa itu substrat dalam aquascaping? Substrat adalah media tanam sebagai tempat tanaman aquascape tumbuh. Pada umumnya, untuk membuat sebuah aquascape kita wajib menggunkan substrat. Dalam aquascape, substrat bisa berupa pasir ataupun soil.

      Memilih substrat yang akan kita gunakan untuk membuat aquascape tentunya harus yang terbaik. Namun, kita juga harus mempertimbangkan berbagai aspek, seperti budget, kecocokan dengan tanaman yang akan kita tanam, kecocokan dengan layout, dan lain sebagainya. Oleh karena itu pada tulisan kali ini saya akan membahas beberapa susbstrat yang biasa digunakan untuk membuat aquascape.

      Jenis Substrat/Media Tanam Aquascape

      • Pasir Malang

      substrat untuk aquascape
      Gambar dari google
      Pasir malang merupakan salah satu jenis substrat yang biasanya digunakan untuk aquascaping. Jenis substrat ini juga merupakan yang paling sering digunakan aquascaper baru, mengapa? Karena harga pasir malang relatif terjangkau.

      Kelebihan pasir ini adalah harganya yang terjangkau dibandingkan dengan jenis substrat lainnya. Namun pasir ini tidak ramah untuk tanaman yang berakar lembut. Untuk itu jika kamu ingin menanam tanaman yang berakar lembut seperti tanaman karpet montecarlo atau sejenisnya gunakanlah pasir malang yang paling halus.

      Jika kamu ingin menggunakan pasir malang untuk aquascape, tentunya wajib menambah pupuk dasar karena nutrisi dalam pasir malang belum mencukupi.

      • Pasir Silika

      substrat untuk aquascape
      Gambar dari google
      Jenis substrat yang ini sedikit lebih mahal dibandingkan dengan pasir malang namun lebih sedap dipandang daripada pasir malang. Beberapa aquascaper mengatakan substrat jenis ini membuat ph air tidak stabil.

      Ada dua jenis pasir silika yaitu ada yang berwarna putih bersih dan berwarna coklat kekuningan, tentunya pasir silika yang putih harganya lebih mahal. Untuk mendapatkan pasir silika, kamu bisa membelinya di toko aquascape terdekat.

      • Soil

      substrat untuk aquascape
      Gambar dari google
      Untuk substrat jenis ini adalah substrat yang paling dianjurkan untuk aquascape. Mengapa soil dianjurkan? Karena soil merupakan substrat buatan yang ditambahkan berbagai nutrisi yang tentunya sudah dikhususkan untuk tanaman aquascape.

      Namun di balik kelebihannya, dibandingkan substrat jenis lainnya soil harganya jauh lebih mahal sehingga tidak ramah untuk kantong pelajar seperti saya hehe. Meskipun begitu, sekarang sudah banyak dijual soil lokal yg harganya lebih terjangkau dibanding soil-soil import sehingga menjadi solusi untuk aquascaper kantong pelajar yang ingin mencicipi kelebihan media tanam soil untuk aquascape.

      Nah, di atas sudah saya bahas beberapa media tanam atau substrat yang biasa digunakan untuk membuat aquascape. Semoga bisa menjadi referensi untuk memilih substrat apa yang ingin kalian gunakan untuk membuat aquascape.

      Sekian tulisan kali ini. Jika ada kekeliruan, saran, kritik, atau pertanyaan silakan sampaikan melalui kolom komentar di bawah, terima kasih.

      Tips Membuat Aquascape Murah

      1 Comment
      Untuk membuat aquascape kita perlu menyisihkan dana yang lumayan menguras kantong. Mulai dari membeli peralatan, membeli bahan, hingga biaya perawatan. Semua itu akan terasa mahal kalau kita tidak pintar-pintar menyiasatinya.
      Tips Membuat Aquascape Murah

      Mungkin bagi mereka yang sudah berpenghasilan tetap itu tidak masalah, tapi bagaimana dengan pelajar seperti saya yang ingin membuat aquascape? Walaupun kalau namanya hobi ya tidak memikirkan budget, tapi kalau bisa murah kenapa tidak? Oleh karena itu di bawah ini saya akan memberikan sedikit tips membuat aquascape murah, oke langsung saja simak tips di bawah ini :

      3 Tips Membuat Aquascape Murah

      • Low Maintance

      Untuk tips yang pertama ini selain bisa menghemat biaya juga cocok untuk kamu yang tidak punya banyak waktu untuk merawat aquascape. Buatlah aquascape yang low maintance, gunakanlah tanaman yang mudah lagi murah agar tidak rewel akan nutrisi sehingga tidak memerlukan biaya yang besar untuk membeli dosing nutrisi yang intensif. Pilihlah tanaman yang kebutuhan pencahayaannya rendah, agar bisa menekan biaya listrik dan pembelian lampunya hehe.
      Baca : Tanaman mudah untuk aquascape
      • Equipment DIY(Do it Yourself)

      Seperti yang kita ketahui bahwa peralatan-peralatan aquascape harganya lumayan mahal, bahkan tergolong mahal untuk kantong pelajar. Oleh karena itu kita harus kreatif mengakalinya, yaitu dengan membuat peralatan DIY(Do It Yourself) atau membuat sendiri.

      Sudah banyak tutorial-tutorial membuat peralatan aquascape di internet, seandainya kamu tidak telaten kamu pun bisa memesan peralatan aquascape DIY karena sudah banyak yang menjual hasil kreasi sendiri dan harganya pun jauh lebih murah daripada peralatan pabrikan. Apalagi kalo kamu telaten dan mau membuat sendiri itu akan sangat membantu untuk menekan pengeluaran kita dalam pembuatan aquascape.
      Baca : Cara membuat CO2 DIY
      • Gunakan Alat Seperlunya

      Untuk menekan biaya pengeluaran dalam pembuatan aquascape sebaiknya gunakan peralatan yang seperlunya dulu, jangan membeli alat-alat yang tidak terlalu diperlukan. Misalnya ingin membuat aquascape yang low maintance, ya beli alat dan bahan yang wajib dulu(aquarium, substrat, tanaman, hardscape, lampu, dan filter. Untuk co2 jika kamu membutuhkan bisa membuat co2 DIY dulu, nanti kalau sudah ada budget lebih baru lengkapi peralatan-peralatan pendukung(istilahnya nyicil).

      Yak mungkin cukup sekian tips yang bisa saya bagikan kali ini. Jika ada saran, kritik, pertanyaan silakan sampaikan pada kolom komentar di bawah, terima kasih. Semoga Bermanfaat.

      Cara Membuat CO2 DIY untuk Aquascape

      Add Comment

      Karbondioksida(CO2) adalah unsur utama yang dibutuhkan tanaman untuk melakukan fotosintesis. Baik tanaman darat ataupun tanaman air sama-sama membutuhkan CO2 untuk berfotosintesis. Oleh karena itu, maka kandungan CO2 yang cukup di dalam aquascape sangat dibutuhkan.

      Dalam membuat aquascape kita biasanya mensupply gas CO2 agar kandungan karbondioksida dalam air cukup. Mungkin ada beberapa jenis tanaman yang bisa berfotosintesis hanya dengan mengandalkan CO2 yang terkandung di dalam air aquascape, artinya tidak terlalu membutuhkan supply CO2 tambahan. Namun banyak juga tanaman aquascape yang sangat membutuhkan supply CO2 agar pertumbuhannya bisa maksimal. Sehingga mau tidak mau jika kita ingin menanam tanaman tersebut kita perlu menginject CO2 tambahan.

                 Kendala bagi para aquascaper low budget seperti saya yaitu harga tabung CO2 yang terbilang mahal, belum juga pengisian ulangnya. Selain itu juga masalah ketersediaan, belum tentu di daerah pelosok ada jasa isi ulang CO2. Oleh karena itu, kali ini saya akan membahas cara membuat CO2 diy yang tentunya lebih low cost dan lebih mudah di dapatkan bahkan di tempat pelosok.

      Sebelumnya saya akan membandingkan terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan CO2 tabung dan CO2 DIY.

      Kelebihan dan Kekurangan CO2 DIY(Do it Yourself) maupun Tabung

      • Kelebihan CO2 DIY

        1. Biaya jangka pendek murah
        2. Bahan mudah di dapatkan
      • Kekurangan CO2 DIY

        1. Repot harus ganti isi CO2 per beberapa minggu
        2. Biaya jangka panjang mahal
        3. CO2 mengalir sepanjang waktu
      • Kelebihan CO2 Tabung

        1. Lebih Praktis
        2. Dapat di stop aliran CO2nya
      • Kekurangan CO2 Tabung

        1. Investasi awal mahal
        2. Sulit di dapatkan di daerah terpencil

      Setelah kita mengetahui kelebihan serta kekurangan CO2 tabung dan CO2 DIY. Silahkan kamu putuskan ingin membeli tabung CO2 atau membuat CO2 DIY. Jika kamu memutuskan untuk membuat CO2 sendiri, maka langsung saja ke inti pembahasan kita yaitu cara pembuatan CO2 DIY simak baik-baik di bawah ini :

      Cara Membuat CO2 DIY(Do it Yourself)

      • Bahan dan Alat

      • Gula pasir (250gram)
      • Fermipan/ragi roti (1/4-1/2 sdt)
      • Selang aerator (seperlunya)
      • 1 buah botol plastik bekas ukuran 1,5 L (botol minuman bersoda lebih baik)
      • 1 buah botol plastik bekas 600 ml atau di bawahnya
      • bor (optional) bisa pake paku atau sejenisnya
      • Lem korea atau lem silikon
      • Cara Pembuatan

        membuat co2 diy aquascape
        Gambar dari google
        1. Siapkan alat dan bahan
        2. Buatlah 1 lubang di tutup botol 1,5L seukuran selang aerator usahakan lebih kecil sedikit lubangnya agar tidak mudah terjadi kebocoran, buatlah juga 2 lubang di botol 600ml seukuran selang aerator lebih kecil sedikit.
        3. Selanjutnya masukan selang aerator ke lubang tutup botol yang sudah dibuat tadi. Skemanya seperti gambar di atas, lalu lem dengan lem korea atau lem silicon agar tidak terjadi kebocoran gas(saya sendiri pakai lem korea)
        4. Isi botol besar campuran air hangat seleher botol dengan ragi atau fermipan 1/4-1/2 sdt.
        5. Selanjutnya isi botol kecil dengan air biasa sekitar 3/4 botol. Botol kecil ini berguna untuk menyaring alkohol dari botol besar yang terbawa bersama gas CO2 agar nantinya yang masuk dalam aquascape hanya CO2nya saja. Selain itu juga berguna sebagai bubble counter atau penghitung bps(bubble per seconds).
        6. Tutup kedua botol tadi dengan menggunakan tutup yang sudah dipasang selang tadi(lihat gambar di atas), lalu tunggu beberapa jam sampai gelembung muncul di botol 600 ml tadi.

      Lama waktu CO2 keluar

      Waktu tunggu gas CO2 DIY keluar bisa lama ataupun sebentar. Cepat lambatnya gas CO2 DIY keluar dipengaruhi oleh banyaknya fermipan yang di gunakan, tetapi jangan karena faktor tersebut lantas kamu mencampurkan fermipan terlalu banyak. Tetap campurkan fermipan sesuai aturan, karena jika kamu memasukan fermipan terlalu banyak maka fermentasi akan terjadi lebih cepat.

      Ketika fermentasi terjadi lebih cepat, CO2 akan keluar dengan waktu tunggu yang lebih cepat dan bps(bubble per seconds) yang lebih banyak, namun hal itu berarti CO2 akan cepat habis. Jadi semua itu kembali ke diri kalian masing-masing, ingin membuat CO2 dengan bps cepat atau CO2 yang lebih hemat namun bps rendah. Semoga bermanfaat.

      Mungkin cukup sampai di sini pembahasan tentang cara membuat CO2 DIY kali ini. Jika ada saran, kritik, pertanyaan silakan sampaikan melalui kolom komentar di bawah, terima kasih. Semoga Bermanfaat.

      Tanaman Aquascape Mudah Perawatan

      Add Comment
      Untuk membuat sebuah aquascape yang kita perlukan antara lain substrat(pasir/soil), hardscape(batu/kayu), juga tanaman air. Dalam tulisan kali ini kita akan membahas tentang tanaman. Berbicara mengenai tanaman aquascape layaknya tanaman pada umumnya yaitu memiliki tingkat kesulitan perawatan yang berbeda-beda. Lalu tanaman yang dipakai dalam aquascape memang merupakan tanaman yang tumbuh di air atau ada juga yang semi air(tumbuh di pinggiran sungai).
      Tanaman aquascape mudah perawatan

      Karena tingkat kesulitan perawatan setiap tanaman itu berbeda, untuk yang baru terjun di dunia aquascapa pastinya disarankan untuk menanam tumbuhan yang mudah terlebih dahulu. Oleh karena itu, di sini saya akan memberikan beberapa list tanaman aquascape yang mudah perawatannya.

      Yang saya maksud mudah perawatan di atas adalah tanaman yang tidak terlalu membutuhkan nutrisi yang tinggi. Rata-rata tanaman yang akan saya bahas di bawah ini tidak membutuhkan dosing co2 atau bisa di bilang hanya memanfaatkan co2 yang ada di dalam tank untuk berfotosintesis.Namun jika kamu menambahkan supply co2 pun tidak masalah, malah akan lebih bagus. Selain itu rata-rata tanaman yang akan saya bahas di bawah juga hanya membutuhkan tingkat pencahayaan rendah-sedang. Tidak usah berpanjang lebar langsung saja simak di bawah ini :

      Tanaman Aquascape Mudah Perawatan

      1. Moss

      Tanaman aquascape mudah perawatan
      Java Moss

      Tanaman tak berakar sejenis lumut ini merupakan salah satu tanaman aquascape yang mudah dipelihara. Hanya dengan menggunakan pencahayaan yang pas-pasan (low light) dan tanpa dosing co2 moss dapat tumbuh dengan subur. Hanya saja bila moss ditempatkan di tank yang suhu airnya cukup tinggi terkadang pertumbuhannnya tidak sesubur moss yang di pelihara di tank yang bersuhu rendah.

      Moss idealnya tumbuh subur dan hijau pada suhu di 27 C ke bawah. Meskipun begitu moss masih dapat tumbuh dengan baik pada suhu di atas 27 C walaupun tidak sesubur pada suhu tersebut. Semua jenis moss umumnya mudah dipelihara. Namun ada beberapa moss yang menurut saya agak sulit dipelihara, seperti ricardia. Di antara banyak jenis moss, java moss adalah salah satu moss yang paling tahan banting, mengapa? Karena saya sendiri pernah menanamnya. Moss ini bahkan dapat tumbuh subur pada suhu diatas 27 C.

      Pertumbuhan moss tergolong cepat, maka dari itu tanaman ini recomended banget untuk para aquascaper pemula seperti saya. Untuk menanam moss, kamu tidak memerlukan substrat karena moss tumbuh menempel pada batang kayu ataupun batu. Untuk mendapatkan tanaman jenis moss, kalian bisa datang ke toko aquascape terdekat. Harga moss pun sangat terjangkau untuk para aquascaper low budget seperti saya hehe. Di bawah merupakan beberapa foto dari moss yang pernah saya tanam :
      • Java Moss


      • Weeping Moss


       

      2. Bucephalandra

      bucephalandra
      Bucephalandra
      Tanaman ini merupakan tanaman aquascape endemik atau asli indonesia, tepatnya tumbuh di perairan tawar pulau Kalimantan. Bucephalandra tidak membutuhkan substrat untuk tumbuh, tanaman ini tumbuh menempel pada kayu atau batu yang tenggelam. Karene bucepalandra tidak membutuhkan substrat alias tumbuh menempel maka pemeberian nutrisi untuk tumbuhan ini pun bukan melalui pupuk dasar melainkan melalui pupuk cair.
      Di bandingkan dengan moss, bucephalandra sedikit lebih sulit untuk ditanam. Meskipun begitu menurut saya masih tergolong mudah, asal telaten merawatnya dan juga tetap menjaga suhu air agar tidak terlalu tinggi. Bucephalandra berkembang biak dengan membentuk tunas baru. Perkembangan tumbuhan ini pun tergolong lambat, lain dengan moss yang pertumbuhannya tergolong cepat.
      Bucephalandra dapat tumbuh dengan cahaya low-medium dan tanpa supply co2 atau bisa dikatakan bahwa tanaman ini dapat berfotosintesis hanya dengan Co2 yang tersedia di dalam air aquascape. Bucephalandra sudah mulai dibudidaya oleh para farm aquascape. Langkah ini jelas sangat di perlukan mengingat perlunya menjaga alam agar tetap lestari. Walaupun ketersedian bucepalandra di alam bebas melimpah, namun jika terus menerus di eksploitasi tanpa dibudidayakan maka lama-kelamaan akan habis, dan itu berarti merusak kelestarian alam.
      Untuk mendapatkan tanaman ini kamu bisa pergi ke toko aquascape terdekat atau mencarinya langsung di alam jika kamu berdomisili di daerah pulau Kalimantan(Tidak disarankan hunting di alam). Namun jika ingin mencarinya di alam, hendaknya bersikaplah bijak, ambil seperlunya saja agar alam tetap lestari.
      Untuk harga Bucephalandra sangat terjangkau, mungkin kerena ini tanaman asli indonesia, tapi entahlah yang penting saya dapat memilikinya dengan murah hehe

      3. Anubias

      tanaman anubias
      Anubias
      Tanaman aquascape yang mudah di pelihara selanjutnya adalah Anubias. Sama halnya dengan buchephalandra, anubias juga tumbuh dengan cara menempel pada kayu atau batu, karena itu pemberian nutrisi pun sama dengan buchephalandra yaitu melalui pupuk cair. Lain dari buchephalandra, pertumbuhan anubias memakan waktu yang relatif lebih cepat.

      Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada tank dengan suhu dingin dan cahaya low light walaupun tanpa supply co2. Beberapa spesies dari anubias mempunyai daun berwarna putih. Harga anubias sendiri dibandrol sedikit lebih mahal dibandingkan dengan moss dan buchephalandra, apalagi untuk spesies white bisa di bandrol sangat mahal per rhizomanya.

      Dibandingkan dengan buchephalandra, anubias relatif lebih mudah dalam perawatannya. Untuk mendapatkan tanaman anubias pun cukup mudah karena sudah menjamur di toko-toko aquascape di seluruh Nusantara, baik toko aquascape skala besar maupun kecil.

      Sekadar Tips

      Untuk memelihara tanaman jenis apapun, usahakan agar suhu air aquascape kamu cukup dingin. Setidaknya berusahalah mendinginkannya walaupun hanya dengan kipas CPU komputer bekas, namun jika punya budget lebih kamu bisa membeli chiller. Suhu dingin dapat memaksimalkan pertumbuhan tanaman kesayangan kamu. Tips di atas sifatnya optional(tidak memaksa), semua kembali ke pribadi masing-masing.
      Mungkin cukup sekian tulisan tentang beberapa tanaman aquascape mudah perawatan. Jika ada saran, kritik, atau pertanyaan, silakan sampaikan di kolom komentar di bawah, terima kasih. Semoga Bermanfaat.

      Natural Style Aquascape untuk Pemula

      Add Comment
      Dalam dunia per-aquascape-an dikenal beberapa style atau gaya, singkatnya yang dimaksud style di sini adalah cara mendekor aquascape itu sendiri atau tatanan/desain layout aquascape tersebut. Beberapa style dalam aquascape antara lain Dutch stye(gaya belanda), Iwagumi(aquascape dengan tatanan hardscape hanya menggunakan batu), dan natural style yang akan kita bahas dalam postingan kali ini.

      Natural style aquascape untuk pemula
      Natural Style Aquascape
      Sebelum masuk ke intinya ada baiknya kita ketahui dulu apa itu natural style dalam aquascape.
      Natural style telah dikenelkan oleh legenda dunia aquascape yaitu Takashi Amano sejak tahun 1990, style ini menampilkan layout pemandangan lingkungan air yang tumbuh secara alami, layout ini mempresentasikan suatu miniatur lingkungan tertentu.

      Kelebihan Natural Style Aquascape

      Nature style atau natural style menurut saya memiliki kelebihan diantara gaya-gaya aquascape lainnya yaitu sebagai berikut:
      1.  Adalah style yang cocok untuk para pemula di dunia peraquscapan seperti saya sendiri hehe :D , mengapa? Karena layout ini biasanya membutuhkan perawatan yang tidak sulit (low maintance) karena rata-rata aquascaper yang membuat aquascape dengan gaya ini menggunakan tanaman-tanaman yang mudah perawatan.
      2. Kelebihan selanjutnya adalah "low cost". Jika anda bertanya-tanya mengapa low cost? Coba simak dari kelebihan pertama di atas dikatakan bahwa perawatan mudah, dari situlah saya mengambil kesimpulan bahwa Nature style itu low cost. Karena perawatan yang mudah kita tidak terlalu memerlukan pemberian nutrisi yang insentif sehingga mengurangi biaya pembelian dosing-dosing nutrisi.
      Oke, di atas merupakan beberapa kelebihan dalam style aquascape ini, apa hanya sampai di sini? Tentunya tidak, selanjutnya akan kita bahas apa saja kebutuhan untuk natural style aquascape.

      Kebutuhan Aquascape Natural Style

      • Tanaman

      Untuk gaya natural style sendiri biasanya menggunakan semua jenis tanaman aquascape, tanaman aquascape yang jarang digunakan dalam style aquascape ini adalah tanaman-tanaman berwarna-warni(tanaman untuk dutch style). Alasannya cukup simple menurut saya sendiri mengapa dalam natural style jarang menggunakan tanaman warna-warni, yaitu karena perawatan tanaman warna-warni cukup sulit, sedangkan natural style aquascape biasanya dikenal dengan kemudahan perawatannnya(low maintance). Untuk tanaman yang biasa di gunakan dalam penataan natural stye bisa lihat di
      Coming Soon : Tanaman mudah untuk pemula
      •  Hardscape

      Selanjutnya yaitu hardscape, untuk penggunaan hardscape dalam natural style aquascape bisa menggunakan batu maupun kayu. Kita bisa memadukan kedua hardscape tersebut ataupun menggunakan salah satunya saja.
      • Substrat

      Berbeda dengan dutch style(gaya belanda) yang biasanya lebih direkomendasikan untuk menggunakan substrat jenis soil, untuk gaya natural style aquascape sendiri tidak ada ketentuan untuk menggunakan substrat jenis apa. Semua jenis substrat bisa di gunakan baik itu berbentuk pasir ataupun soil pabrikan, loh emang perbedaannya di mana?

      Untuk aquascape bergaya belanda, membutuhkan nutrisi yang cukup tinggi, sehingga lebih direkomendasikan untuk menggunakan soil karena soil sudah jelas kandungan nutrisinya daripada pasir. Sedangkan natural style tidak membutuhkan nutrisi yang terlalu tinggi sehingga baik menggunakan soil ataupun pasir tidak terlalu masalah, yang penting jangan lupa menggunakan pupuk dasar. Untuk mengetahui jenis-jenis substrat lebih lanjut bisa lihat di sini
      Coming Soon : Jenis-jenis substrat untuk aquascape
      • Nutrisi dan CO2

      Nutrisi merupakan hal yang sangat penting baik untuk tanaman, hewan ataupun manusia. Seperti halnya di sini, tanaman juga membutuhkan nutrisi yang cukup. Untuk pemberian nutrisi dalam natural style tidak terlalu intensif(tergantung tanaman yang digunakan juga). Saran saya cukup menggunakan pupuk dasar pada awal pembuatan dan menggunakan pupuk cair untuk dosing nutrisi setelah aquascape jadi, kecuali jika kita menggunakan tanaman karpet yang membutuhkan nutrisi tinggi, kita memerlukan dosing yang lebih intensif selain pupuk dasar dan pupuk cair tadi.

      Untuk supply CO2 relatif, jika anda menggunakan tanaman jenis karpet dan pencahayaan yang cukup tinggi biasanya memerlukan supply CO2. Lain halnya jika kamu hanya menggunakan moss atau tanaman seperti anubias, tidak terlalu membutuhkan supply CO2, namun jika kita memberikan supply CO2 itu lebih bagus. Jika budget minim untuk membeli tabung CO2 ada solusinya kok, lihat di artikel di bawah ini
      Coming Soon : Cara membuat CO2 sendiri

      Sekadar Tips :

      Jika kamu masih baru dalam dunia aquascape, dan ingin membuat aquascape sendiri, sebaiknya pilih gaya yang kamu inginkan dan gunakanlah Tanaman mudah perawatan untuk pemula terlebih dahulu. Intinya jangan terburu-buru tergiur keindahan tanaman warna-warni karena biasanya tanaman tersebut sulit perawatannya, namun semua itu kembali kepada diri kalian masing-masing.
      Kesimpulannya, jika kamu ingin membuat aquascape pilihlah style yang kamu inginkan dan sesuaikan dengan budget anda. Untuk menghemat budget, utamakan bahan yang penting terlebih dahulu. Cukup sekian pembahasan untuk natural style aquascape, mohon maaf atas kekurangan dalam penulisan artikel di atas. Semoga Bermanfaat