Cara Membuat CO2 DIY untuk Aquascape

Add Comment

Karbondioksida(CO2) adalah unsur utama yang dibutuhkan tanaman untuk melakukan fotosintesis. Baik tanaman darat ataupun tanaman air sama-sama membutuhkan CO2 untuk berfotosintesis. Oleh karena itu, maka kandungan CO2 yang cukup di dalam aquascape sangat dibutuhkan.

Dalam membuat aquascape kita biasanya mensupply gas CO2 agar kandungan karbondioksida dalam air cukup. Mungkin ada beberapa jenis tanaman yang bisa berfotosintesis hanya dengan mengandalkan CO2 yang terkandung di dalam air aquascape, artinya tidak terlalu membutuhkan supply CO2 tambahan. Namun banyak juga tanaman aquascape yang sangat membutuhkan supply CO2 agar pertumbuhannya bisa maksimal. Sehingga mau tidak mau jika kita ingin menanam tanaman tersebut kita perlu menginject CO2 tambahan.

           Kendala bagi para aquascaper low budget seperti saya yaitu harga tabung CO2 yang terbilang mahal, belum juga pengisian ulangnya. Selain itu juga masalah ketersediaan, belum tentu di daerah pelosok ada jasa isi ulang CO2. Oleh karena itu, kali ini saya akan membahas cara membuat CO2 diy yang tentunya lebih low cost dan lebih mudah di dapatkan bahkan di tempat pelosok.

Sebelumnya saya akan membandingkan terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan CO2 tabung dan CO2 DIY.

Kelebihan dan Kekurangan CO2 DIY(Do it Yourself) maupun Tabung

  • Kelebihan CO2 DIY

    1. Biaya jangka pendek murah
    2. Bahan mudah di dapatkan
  • Kekurangan CO2 DIY

    1. Repot harus ganti isi CO2 per beberapa minggu
    2. Biaya jangka panjang mahal
    3. CO2 mengalir sepanjang waktu
  • Kelebihan CO2 Tabung

    1. Lebih Praktis
    2. Dapat di stop aliran CO2nya
  • Kekurangan CO2 Tabung

    1. Investasi awal mahal
    2. Sulit di dapatkan di daerah terpencil

Setelah kita mengetahui kelebihan serta kekurangan CO2 tabung dan CO2 DIY. Silahkan kamu putuskan ingin membeli tabung CO2 atau membuat CO2 DIY. Jika kamu memutuskan untuk membuat CO2 sendiri, maka langsung saja ke inti pembahasan kita yaitu cara pembuatan CO2 DIY simak baik-baik di bawah ini :

Cara Membuat CO2 DIY(Do it Yourself)

  • Bahan dan Alat

  • Gula pasir (250gram)
  • Fermipan/ragi roti (1/4-1/2 sdt)
  • Selang aerator (seperlunya)
  • 1 buah botol plastik bekas ukuran 1,5 L (botol minuman bersoda lebih baik)
  • 1 buah botol plastik bekas 600 ml atau di bawahnya
  • bor (optional) bisa pake paku atau sejenisnya
  • Lem korea atau lem silikon
  • Cara Pembuatan

    membuat co2 diy aquascape
    Gambar dari google
    1. Siapkan alat dan bahan
    2. Buatlah 1 lubang di tutup botol 1,5L seukuran selang aerator usahakan lebih kecil sedikit lubangnya agar tidak mudah terjadi kebocoran, buatlah juga 2 lubang di botol 600ml seukuran selang aerator lebih kecil sedikit.
    3. Selanjutnya masukan selang aerator ke lubang tutup botol yang sudah dibuat tadi. Skemanya seperti gambar di atas, lalu lem dengan lem korea atau lem silicon agar tidak terjadi kebocoran gas(saya sendiri pakai lem korea)
    4. Isi botol besar campuran air hangat seleher botol dengan ragi atau fermipan 1/4-1/2 sdt.
    5. Selanjutnya isi botol kecil dengan air biasa sekitar 3/4 botol. Botol kecil ini berguna untuk menyaring alkohol dari botol besar yang terbawa bersama gas CO2 agar nantinya yang masuk dalam aquascape hanya CO2nya saja. Selain itu juga berguna sebagai bubble counter atau penghitung bps(bubble per seconds).
    6. Tutup kedua botol tadi dengan menggunakan tutup yang sudah dipasang selang tadi(lihat gambar di atas), lalu tunggu beberapa jam sampai gelembung muncul di botol 600 ml tadi.

Lama waktu CO2 keluar

Waktu tunggu gas CO2 DIY keluar bisa lama ataupun sebentar. Cepat lambatnya gas CO2 DIY keluar dipengaruhi oleh banyaknya fermipan yang di gunakan, tetapi jangan karena faktor tersebut lantas kamu mencampurkan fermipan terlalu banyak. Tetap campurkan fermipan sesuai aturan, karena jika kamu memasukan fermipan terlalu banyak maka fermentasi akan terjadi lebih cepat.

Ketika fermentasi terjadi lebih cepat, CO2 akan keluar dengan waktu tunggu yang lebih cepat dan bps(bubble per seconds) yang lebih banyak, namun hal itu berarti CO2 akan cepat habis. Jadi semua itu kembali ke diri kalian masing-masing, ingin membuat CO2 dengan bps cepat atau CO2 yang lebih hemat namun bps rendah. Semoga bermanfaat.

Mungkin cukup sampai di sini pembahasan tentang cara membuat CO2 DIY kali ini. Jika ada saran, kritik, pertanyaan silakan sampaikan melalui kolom komentar di bawah, terima kasih. Semoga Bermanfaat.

Tanaman Aquascape Mudah Perawatan

Add Comment
Untuk membuat sebuah aquascape yang kita perlukan antara lain substrat(pasir/soil), hardscape(batu/kayu), juga tanaman air. Dalam tulisan kali ini kita akan membahas tentang tanaman. Berbicara mengenai tanaman aquascape layaknya tanaman pada umumnya yaitu memiliki tingkat kesulitan perawatan yang berbeda-beda. Lalu tanaman yang dipakai dalam aquascape memang merupakan tanaman yang tumbuh di air atau ada juga yang semi air(tumbuh di pinggiran sungai).
Tanaman aquascape mudah perawatan

Karena tingkat kesulitan perawatan setiap tanaman itu berbeda, untuk yang baru terjun di dunia aquascapa pastinya disarankan untuk menanam tumbuhan yang mudah terlebih dahulu. Oleh karena itu, di sini saya akan memberikan beberapa list tanaman aquascape yang mudah perawatannya.

Yang saya maksud mudah perawatan di atas adalah tanaman yang tidak terlalu membutuhkan nutrisi yang tinggi. Rata-rata tanaman yang akan saya bahas di bawah ini tidak membutuhkan dosing co2 atau bisa di bilang hanya memanfaatkan co2 yang ada di dalam tank untuk berfotosintesis.Namun jika kamu menambahkan supply co2 pun tidak masalah, malah akan lebih bagus. Selain itu rata-rata tanaman yang akan saya bahas di bawah juga hanya membutuhkan tingkat pencahayaan rendah-sedang. Tidak usah berpanjang lebar langsung saja simak di bawah ini :

Tanaman Aquascape Mudah Perawatan

1. Moss

Tanaman aquascape mudah perawatan
Java Moss

Tanaman tak berakar sejenis lumut ini merupakan salah satu tanaman aquascape yang mudah dipelihara. Hanya dengan menggunakan pencahayaan yang pas-pasan (low light) dan tanpa dosing co2 moss dapat tumbuh dengan subur. Hanya saja bila moss ditempatkan di tank yang suhu airnya cukup tinggi terkadang pertumbuhannnya tidak sesubur moss yang di pelihara di tank yang bersuhu rendah.

Moss idealnya tumbuh subur dan hijau pada suhu di 27 C ke bawah. Meskipun begitu moss masih dapat tumbuh dengan baik pada suhu di atas 27 C walaupun tidak sesubur pada suhu tersebut. Semua jenis moss umumnya mudah dipelihara. Namun ada beberapa moss yang menurut saya agak sulit dipelihara, seperti ricardia. Di antara banyak jenis moss, java moss adalah salah satu moss yang paling tahan banting, mengapa? Karena saya sendiri pernah menanamnya. Moss ini bahkan dapat tumbuh subur pada suhu diatas 27 C.

Pertumbuhan moss tergolong cepat, maka dari itu tanaman ini recomended banget untuk para aquascaper pemula seperti saya. Untuk menanam moss, kamu tidak memerlukan substrat karena moss tumbuh menempel pada batang kayu ataupun batu. Untuk mendapatkan tanaman jenis moss, kalian bisa datang ke toko aquascape terdekat. Harga moss pun sangat terjangkau untuk para aquascaper low budget seperti saya hehe. Di bawah merupakan beberapa foto dari moss yang pernah saya tanam :
  • Java Moss


  • Weeping Moss


 

2. Bucephalandra

bucephalandra
Bucephalandra
Tanaman ini merupakan tanaman aquascape endemik atau asli indonesia, tepatnya tumbuh di perairan tawar pulau Kalimantan. Bucephalandra tidak membutuhkan substrat untuk tumbuh, tanaman ini tumbuh menempel pada kayu atau batu yang tenggelam. Karene bucepalandra tidak membutuhkan substrat alias tumbuh menempel maka pemeberian nutrisi untuk tumbuhan ini pun bukan melalui pupuk dasar melainkan melalui pupuk cair.
Di bandingkan dengan moss, bucephalandra sedikit lebih sulit untuk ditanam. Meskipun begitu menurut saya masih tergolong mudah, asal telaten merawatnya dan juga tetap menjaga suhu air agar tidak terlalu tinggi. Bucephalandra berkembang biak dengan membentuk tunas baru. Perkembangan tumbuhan ini pun tergolong lambat, lain dengan moss yang pertumbuhannya tergolong cepat.
Bucephalandra dapat tumbuh dengan cahaya low-medium dan tanpa supply co2 atau bisa dikatakan bahwa tanaman ini dapat berfotosintesis hanya dengan Co2 yang tersedia di dalam air aquascape. Bucephalandra sudah mulai dibudidaya oleh para farm aquascape. Langkah ini jelas sangat di perlukan mengingat perlunya menjaga alam agar tetap lestari. Walaupun ketersedian bucepalandra di alam bebas melimpah, namun jika terus menerus di eksploitasi tanpa dibudidayakan maka lama-kelamaan akan habis, dan itu berarti merusak kelestarian alam.
Untuk mendapatkan tanaman ini kamu bisa pergi ke toko aquascape terdekat atau mencarinya langsung di alam jika kamu berdomisili di daerah pulau Kalimantan(Tidak disarankan hunting di alam). Namun jika ingin mencarinya di alam, hendaknya bersikaplah bijak, ambil seperlunya saja agar alam tetap lestari.
Untuk harga Bucephalandra sangat terjangkau, mungkin kerena ini tanaman asli indonesia, tapi entahlah yang penting saya dapat memilikinya dengan murah hehe

3. Anubias

tanaman anubias
Anubias
Tanaman aquascape yang mudah di pelihara selanjutnya adalah Anubias. Sama halnya dengan buchephalandra, anubias juga tumbuh dengan cara menempel pada kayu atau batu, karena itu pemberian nutrisi pun sama dengan buchephalandra yaitu melalui pupuk cair. Lain dari buchephalandra, pertumbuhan anubias memakan waktu yang relatif lebih cepat.

Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada tank dengan suhu dingin dan cahaya low light walaupun tanpa supply co2. Beberapa spesies dari anubias mempunyai daun berwarna putih. Harga anubias sendiri dibandrol sedikit lebih mahal dibandingkan dengan moss dan buchephalandra, apalagi untuk spesies white bisa di bandrol sangat mahal per rhizomanya.

Dibandingkan dengan buchephalandra, anubias relatif lebih mudah dalam perawatannya. Untuk mendapatkan tanaman anubias pun cukup mudah karena sudah menjamur di toko-toko aquascape di seluruh Nusantara, baik toko aquascape skala besar maupun kecil.

Sekadar Tips

Untuk memelihara tanaman jenis apapun, usahakan agar suhu air aquascape kamu cukup dingin. Setidaknya berusahalah mendinginkannya walaupun hanya dengan kipas CPU komputer bekas, namun jika punya budget lebih kamu bisa membeli chiller. Suhu dingin dapat memaksimalkan pertumbuhan tanaman kesayangan kamu. Tips di atas sifatnya optional(tidak memaksa), semua kembali ke pribadi masing-masing.
Mungkin cukup sekian tulisan tentang beberapa tanaman aquascape mudah perawatan. Jika ada saran, kritik, atau pertanyaan, silakan sampaikan di kolom komentar di bawah, terima kasih. Semoga Bermanfaat.

Natural Style Aquascape untuk Pemula

Add Comment
Dalam dunia per-aquascape-an dikenal beberapa style atau gaya, singkatnya yang dimaksud style di sini adalah cara mendekor aquascape itu sendiri atau tatanan/desain layout aquascape tersebut. Beberapa style dalam aquascape antara lain Dutch stye(gaya belanda), Iwagumi(aquascape dengan tatanan hardscape hanya menggunakan batu), dan natural style yang akan kita bahas dalam postingan kali ini.

Natural style aquascape untuk pemula
Natural Style Aquascape
Sebelum masuk ke intinya ada baiknya kita ketahui dulu apa itu natural style dalam aquascape.
Natural style telah dikenelkan oleh legenda dunia aquascape yaitu Takashi Amano sejak tahun 1990, style ini menampilkan layout pemandangan lingkungan air yang tumbuh secara alami, layout ini mempresentasikan suatu miniatur lingkungan tertentu.

Kelebihan Natural Style Aquascape

Nature style atau natural style menurut saya memiliki kelebihan diantara gaya-gaya aquascape lainnya yaitu sebagai berikut:
  1.  Adalah style yang cocok untuk para pemula di dunia peraquscapan seperti saya sendiri hehe :D , mengapa? Karena layout ini biasanya membutuhkan perawatan yang tidak sulit (low maintance) karena rata-rata aquascaper yang membuat aquascape dengan gaya ini menggunakan tanaman-tanaman yang mudah perawatan.
  2. Kelebihan selanjutnya adalah "low cost". Jika anda bertanya-tanya mengapa low cost? Coba simak dari kelebihan pertama di atas dikatakan bahwa perawatan mudah, dari situlah saya mengambil kesimpulan bahwa Nature style itu low cost. Karena perawatan yang mudah kita tidak terlalu memerlukan pemberian nutrisi yang insentif sehingga mengurangi biaya pembelian dosing-dosing nutrisi.
Oke, di atas merupakan beberapa kelebihan dalam style aquascape ini, apa hanya sampai di sini? Tentunya tidak, selanjutnya akan kita bahas apa saja kebutuhan untuk natural style aquascape.

Kebutuhan Aquascape Natural Style

  • Tanaman

Untuk gaya natural style sendiri biasanya menggunakan semua jenis tanaman aquascape, tanaman aquascape yang jarang digunakan dalam style aquascape ini adalah tanaman-tanaman berwarna-warni(tanaman untuk dutch style). Alasannya cukup simple menurut saya sendiri mengapa dalam natural style jarang menggunakan tanaman warna-warni, yaitu karena perawatan tanaman warna-warni cukup sulit, sedangkan natural style aquascape biasanya dikenal dengan kemudahan perawatannnya(low maintance). Untuk tanaman yang biasa di gunakan dalam penataan natural stye bisa lihat di
Coming Soon : Tanaman mudah untuk pemula
  •  Hardscape

Selanjutnya yaitu hardscape, untuk penggunaan hardscape dalam natural style aquascape bisa menggunakan batu maupun kayu. Kita bisa memadukan kedua hardscape tersebut ataupun menggunakan salah satunya saja.
  • Substrat

Berbeda dengan dutch style(gaya belanda) yang biasanya lebih direkomendasikan untuk menggunakan substrat jenis soil, untuk gaya natural style aquascape sendiri tidak ada ketentuan untuk menggunakan substrat jenis apa. Semua jenis substrat bisa di gunakan baik itu berbentuk pasir ataupun soil pabrikan, loh emang perbedaannya di mana?

Untuk aquascape bergaya belanda, membutuhkan nutrisi yang cukup tinggi, sehingga lebih direkomendasikan untuk menggunakan soil karena soil sudah jelas kandungan nutrisinya daripada pasir. Sedangkan natural style tidak membutuhkan nutrisi yang terlalu tinggi sehingga baik menggunakan soil ataupun pasir tidak terlalu masalah, yang penting jangan lupa menggunakan pupuk dasar. Untuk mengetahui jenis-jenis substrat lebih lanjut bisa lihat di sini
Coming Soon : Jenis-jenis substrat untuk aquascape
  • Nutrisi dan CO2

Nutrisi merupakan hal yang sangat penting baik untuk tanaman, hewan ataupun manusia. Seperti halnya di sini, tanaman juga membutuhkan nutrisi yang cukup. Untuk pemberian nutrisi dalam natural style tidak terlalu intensif(tergantung tanaman yang digunakan juga). Saran saya cukup menggunakan pupuk dasar pada awal pembuatan dan menggunakan pupuk cair untuk dosing nutrisi setelah aquascape jadi, kecuali jika kita menggunakan tanaman karpet yang membutuhkan nutrisi tinggi, kita memerlukan dosing yang lebih intensif selain pupuk dasar dan pupuk cair tadi.

Untuk supply CO2 relatif, jika anda menggunakan tanaman jenis karpet dan pencahayaan yang cukup tinggi biasanya memerlukan supply CO2. Lain halnya jika kamu hanya menggunakan moss atau tanaman seperti anubias, tidak terlalu membutuhkan supply CO2, namun jika kita memberikan supply CO2 itu lebih bagus. Jika budget minim untuk membeli tabung CO2 ada solusinya kok, lihat di artikel di bawah ini
Coming Soon : Cara membuat CO2 sendiri

Sekadar Tips :

Jika kamu masih baru dalam dunia aquascape, dan ingin membuat aquascape sendiri, sebaiknya pilih gaya yang kamu inginkan dan gunakanlah Tanaman mudah perawatan untuk pemula terlebih dahulu. Intinya jangan terburu-buru tergiur keindahan tanaman warna-warni karena biasanya tanaman tersebut sulit perawatannya, namun semua itu kembali kepada diri kalian masing-masing.
Kesimpulannya, jika kamu ingin membuat aquascape pilihlah style yang kamu inginkan dan sesuaikan dengan budget anda. Untuk menghemat budget, utamakan bahan yang penting terlebih dahulu. Cukup sekian pembahasan untuk natural style aquascape, mohon maaf atas kekurangan dalam penulisan artikel di atas. Semoga Bermanfaat