Ikhfan Yusuf

Pahitnya kopi memberiku inspirasi, pahitnya hidup memberiku representasi realita.

Aku dan Liverpool FC

Ngomongin bola buat cowok ngga akan ada habisnya, apalagi kalau lagi debat tentang bola. Dalam sepak bola, bukan hanya skill yang di andalkan, banyak faktor yang membuat pertandingan di lapangan hijau terlihat menarik untuk ditonton. Salah satu faktor yang bisa membantu membangun mental kesebelasan adalah supporter, dimana kita tahu bahwa supporter bahkan bisa di bilang pemain ke duabelas.

Tim-tim besar dapat menjadi besar juga karena support dari para fans. Salah satu tim yang aku maksud yaitu Liverpool. Tim berjuluk The Reds ini telah meraih 18 trofi premier league serta 5 trofi champions league dan beberapa trofi lainnya. Bukan karena trofi tersebut aku menyukai tim ini, tapi ada sesuatu yang spesial yang tak bisa di ungkapkan melalui kata-kata.

aku dan liverpool fc
Pict by Pixabay
2011 lalu, aku baru mulai mengenal Liverpool. Saat itu aku bukanlah fans bola dan aku tak tahu banyak tentang bola. Aku ikut menonton bola bersama kakakku yang sedang menonton bola, aku lupa saat itu pertandingan lawan siapa, yang pasti salah satu tim itu Liverpool. Sejak saat itu entah mengapa aku mulai suka dengan Liverpool, padahal saat itu bisa di bilang bukan merupakan masa keemasan Liverpool. Hari-hari berikutnya aku mulai sering menonton bola terutama pertandingan Liverpool dan mulai mengenal pemain-pemain Liverpool.

Hari demi hari berlalu hingga aku benar-benar menjadi fans Liverpool. Dan aku mulai tahu mengapa aku suka dengan tim ini. Ya, karena seorang captain fantastiknya, ia adalah Steven Gerrard. Permainan dan skill yang di pertontonkan sangat mengaggumkan bagiku. Pemain bernomor punggung 8 ini merupakan pemain terfavorit bagiku. Hingga pada suatu saat aku merasakan kecewa yang sangat mendalam.

Pada 2015 lalu Gerrard pergi dan melanjutkan karirnya di LA Galaxy. Bagaimana tidak, pemain paling loyal sekaligus captain fantastik ini pergi meninggalkan Liverpool yang telah dibelanya sejak tahun 1998. Saat itu aku sebagai fans the reds merasakan kecewa yang sangat mendalam. Namun ini pilihan dia, walau dia telah meninggalkan Liverpool, dia tetaplah legenda Liverpool.

Sebenarnya banyak kepergian pemain Liverpool yang membuat aku kecewa, sebut saja Luis Suarez yang telah pergi sebelum Gerrard pergi ataupun Coutinho yang baru pergi musim yg lalu. Namun, tak aku ceritakan semua karena yang benar-benar membuatku kecewa adalah saat kepergian captain fantastik Steven Gerrard.

Singkat cerita, hingga tulisan ini di buat, captain fantastik Steven Gerrard telah pensiun dan melanjutkan karir sebagai pelatih dari Liverpool FC junior. Legenda akan tetap legenda, walau dia pergi dia akan kembali.

Tak banyak kisah yang bisa aku ceritakan tentang kecintaanku pada Liverpool Fc, karena jika aku ceritakan secara rinci, tulisan ini akan sangat panjang. Yang pasti hingga saat ini ataupun nanti, aku tetaplah merah. You'll Never Walk Alone akan tetap aku ucapkan kala Liverpool menang, seri atau bahkan saat kalah.

2 comments

  1. Kalau saya ngefans sama Chelsea dari tahun 2005. Waktu itu Saya lagi lihat klasemen liga Inggris di tabloid soccer. Ada satu klub selain tim tradisional (arsenal, Liverpool, MU) yang mampu nangkring di papan atas. Saya jadi penasaran dan tertarik dengan klub itu. Chelsea.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah udah lama juga ya, kita punya caranya masing-masing ngefans klub sepakbola favorit kita.

      Delete