Ikhfan Yusuf

Pahitnya kopi memberiku inspirasi, pahitnya hidup memberiku representasi realita.

Jangan Sia-siakan Waktu Sekolah

jangan sia-siakan waktu sekolah
Pict by Pixabay
Ngomongin masa sekolah ngga akan ada habisnya, apalagi masa SMA. Masa SMA, masa dimana seseorang mencari jati dirinya. Entah mengapa aku menulis judul ini, entah ini penyesalan atau apa akupun tak mengerti. Yang pasti pesanku satu untuk kalian yang masih menjalani wajib belajar, jangan sia-siain waktu sekolah kalian, apalagi untuk hal yang tidak bermanfaat.

Kenapa aku bilang begitu?. Soalnya aku baru lulus SMA yang artinya masa wajib belajarku telah usai. Sebenernya aku menyesal kurang bersungguh-sungguh, apalagi saat masa SMA yang membawaku pada situasi bimbang. Kenapa bimbang?.

Jadi gini, sedikit curahan aspal eh curahan hati maksudnya. Rencana abis sekolah aku mau kuliah, ku putuskanlah untuk mendaftar SBMPTN sebagai jalur masuk untuk PTN yang aku pengin. Nah, masalahnya dari sekian banyak soal SBMPTN yang pastinya bikin otak mikir keras hanya sekitar 60% yang aku isi, YANG AKU ISI. Nah lo gimana coba, ya udah dengan penyesalan dan kepasrahan ini aku serahkan hasilnya kepada Sang Pencipta. Dan jika aku berhasil masuk, artinya ini murni hasil do'a.

Dari cuplikan kisah si malas di atas, tau kan kenapa aku bilang jangan sia-siain waktu sekolah. Nah, itu salah satu contoh kasus. Yang kedua jika kamu mau langsung kerja. Kalau yang ini kita main logika aja, soalnya aku ngga pengin langsung kerja. Ketika kamu udah lulus sekolah, lalu kamu daftar kerja, yang di tanyain apa hayo??. Ijazah terakhir, pasti, lalu?. kamu bisa apa?. Nah, kalau kerjaan kamu waktu sekolah cuma main aja, masa iya waktu di tanyain kamu bisa apa, kamu mau bilang aku bisa main, fix ini ngga bakalan diterima kerja.

Jangan sampai kamu udah menjalani rutinitas yang menyiksa mulai dari bangun pagi, di atur-atur, pake seragam, ngerjain PR(kalau yang ini kadang pagi-pagi di kelas) lalu kamu cuma dapat selembar kertas tanda lulus hasil dari belas kasihan para guru. Usahakan kamu dapat kemampuan kalau bisa pengalaman agar nanti kalau kamu hidupnya udah ngga di atur tetep bisa teratur dan bisa survive menjalani kerasnya dunia.
Baca Juga Tentang Budaya Mencontek
Maka dari itu jangan sampai terulang kisah seperti diriku ini. Karena penyesalan itu kaya super hero, datangnya belakangan. Sedikit tulisan yang absurd ini semoga bisa menyadarkan kalian bahwa belajar itu bukan sekedar selembar kertas tanda lulus hasil belas kasihan para guru.

Maafkan aku dan tulisan ini jika sindirannya terlalu keras. Aku ngga ingin kalian terjerumus pada kesenangan yang berakhir pada penyesalan. Tetap semangat belajar ya saudaraku, semoga kalian sukses.

No comments

Post a Comment