Ikhfan Yusuf

Pahitnya kopi memberiku inspirasi, pahitnya hidup memberiku representasi realita.

Siapakah Aku?

siapakah aku
Ikhfan Yusuf
Entah sejak kapan aku suka menulis, entah sejak kapan aku mulai membagikan tulisan-tulisanku di sebuah wadah yang mereka sebut blog. Yang pasti ini sangat menyenangkan.

Hay, aku Ikhfan Yusuf, manusia 18 tahun yang sering kehilangan arah. Ketika kebanyakan orang diusia ini menjadi dewasa dan bersikap dewasa, berbanding terbalik dengan diriku ini.
Tingkah nyleneh kadang amburadul layaknya bocah 12 tahun kadang menjadi karakter dalam diri ini. Entah mengapa sulit sekali meninggalkan kebiasaan kecilku.

Kadang suka nulis puisi baper kalau lagi baper, kadang suka bingung mau ngapain, yang pasti aku suka seni walau hanya sekedar suka.
Sebut saja aquascape, salah satu seni yang menjadi hobiku. Hobi yang benar-benar membuat isi dompet tinggal kenangan ini pernah aku jalani mulai tahun 2015 dan berhenti di tahun 2017 lalu karena kesibukan pelajar dan krisis budget. Tapi entah kenapa aku ingin kembali dari kepergianku.

Bukan dari keluarga kalangan atas, suka mencari receh di internet, itulah sebabnya aku punya banyak blog, salah satunya ini. Jika di tanya ingin jadi apa akan ku jawab 'entah'. Itulah aku, kadang suka lupa diri.

Pendidikanku di mulai di SD Negeri Klepu, Butuh, Purworejo. Selama pendidikan di SD aku tak punya banyak kenangan, flat, dan suka jadi bahan bullyan.
Setelah lulus, aku melanjutkan belajarku di SMP Negeri 3 Purworejo, di sinilah aku punya banyak teman, kenangan, dan ketemu si dia. Oh ya dia apa kabar?, semoga baik ya. Jika mungkin ada yang kenal dia, tolong sampaikan maafku pernah mengganggunya. Tenang... sekarang aku sudah mulai paham kok kalau takdir Allah selalu lebih baik dari keinginan hambanya. 3 tahun SMP juga meninggalkan kenangan bersama sahabat dan juga teman, terkhusus untuk sahabatku, maafkanku pernah menyusahkanmu, thanks for everything my friend.
Lanjut, cerita SMA. Ya kebanyakan orang memiliki kenangan paling tak terlupakan di bagian ini, tapi aku tidak. Kepindahanku yang secara tiba-tiba saat masuk SMA memaksaku untuk beradaptasi yang membutuhkan waktu tidak sebentar. Suasana baru, teman baru membuatku sedikit tak nyaman. Dan bagian inilah saat dimana arahku mulai berbelok. Di kelas X SMA semangatku masih membara, namun grafik menunjukan penurunan semangat setiap naik kelas hingga aku mencapai titik terendah semangat belajar, yaitu kelas XII SMA. Di bagian ini sekolah hanya formalitas. Aku lebih suka belajar hal yang lain, sebut saja bahasa pemrograman komputer, jelas itu tidak ada dalam kurikulum. Hingga saat ini aku telah dinyatakan lulus SMA dan aku bingung mau kemana.
Itulas sekilas pendidikan yang pernah aku jalani.

Yap, masihkah kamu ingin melanjutkan membaca ocehanku ini?. Sayangnya hanya beberapa kalimat di atas yang sedikit banyak menggambarkan diriku. Pesanku teruntuk kamu yang masih wajib belajar 12 tahun, tolong. . . . jangan malas jika tak ingin menyesal.

No comments

Post a Comment